Untukmengatasi hal ini, tips mencuci saat musim hujan agar pakaian tidak bau apek. Simak informasi berikut ini ya! 1. Gunakan mesin cuci yang bisa mengeringkan pakaian Freepik Saat ini, banyak mesin cuci yang juga memiliki fitur pengering sekaligus. Caraini efektif demi menghindari pakaian mereka yang sehat terpapar virus-virus lainnya, seperti flu atau e.coli. Selain itu, cuci pakaian secara rutin agar tidak membuat kuman dan virus bertambah. Ganti pakaian setelah bepergian keluar atau sehabis berada dalam kerumunan besar. bajubayi Boleh gak sihh baju baby baru belii di laundry Mencuci baju bayi - 5 cara tepat membersihkan baju bayi 6 Tips Mencuci Baju Bayi Dengan Mesin Cuci Agar Baju Awet 11 Aturan Mencuci Baju Bayi yang Perlu Diperhatikan - Sang Buah Hati Jual Baju Bayi Singlet New Born PIP MIM - Kota Kediri - MEGHANA.ID Berikutadalah beberapa cara sederhana yang dapat kamu praktikan untuk membersihkan wajah dengan benar biar kulit terasa segar dan glowing. 1. Bersihkan Wajah pada Pagi dan Malam Hari. Untuk memastikan kulit sehat dan glowing, kamu perlu rutin membersihkan wajah di pagi dan malam hari. Pada siang hari, minyak alami dan keringat menumpuk di Jikasudah, peras baju pelan-pelan dan jemur. 5. JEMUR BAJU DI TEMPAT TERBUKA NAMUN ATASNYA TERTUTUP (ADA HEMBUSAN ANGINNYA) Selanjutnya, segera jemur baju yang baru kamu cuci. Jemur di tempat yang terbuka atau ada hembusan anginnya. Pastikan di atas kamu menjemur baju tertutup ya Ladies. Hal ini agar baju tidak basah saat hujan turun. Memakaibaju sejuk (untuk lelaki) - Tips - 2021 Ini Sebenarnya 4 Punca Pakaian Yang Anda Basuh Tapi Bau Wangi Tips jimat elektrik! Cara mengira anggaran bil elektrik rumah anda Bagaimana cara mencuci triko (untuk gimnastik berirama, setelah Cara mencuci gaun pengantin di rumah: cara menghilangkan noda XSoxvio. Pernah dengar mitos atau larangan untuk mencuci baju di malam hari? Mitos mencuci baju di malam hari beredar ditengah sebagian masyarakat. Jika dilihat dari segi kesehatan, tentu tidak baik karena bisa menyebabkan penyakit reumatik jika mencuci dengan tangan. Tapi jika menggunakan mesin cuci tentu tidak masalah. Nah, justru mitos mencuci baju di malam hari ini malah berkaitan dengan proses penjemurannya, bukan saat pakaian di malam hari dipercaya membawa pengaruh buruk untuk keluarga. Ada apa gerangan dibalik mitos menjemur pakaian di malam hari ini? Hal ini pastinya membuat penasaran ibu-ibu yang sering kali harus mencuci dan menjemur pakaian di malam hari lantaran keterbatasan waktu dan kesibukan di siang hari. Nah, berikut mitos mencuci baju di malam hari dimana ada larangan menjemurkannya pada malam Pakaian Ditempeli Ummu SibyanSebagian kita pasti sudah ada yang mengetahui siapa Ummu Sibyan ini. Namun, kamu yang belum tahu siapa gerangan, ia adalah sosok jin yang suka masuk rumah kala magrib dan mengganggu anak-anak bayi dan wanita hamil. Memberikan pengaruh buruk pada anak yang bisa membuat anak menjadi bersikap dan bersifat buruk, atau bisa juga jadi gampang kalau sering jemur pakaian di malam hari diluar rumah, diyakini bahwa sosok ini akan dengan mudah masuk rumah karena ia menempel pada pakaian-pakaian tersebut. Tidak ingin ketentraman terganggu oleh makhluk yang satu ini bukan?Karena tujuan adalah mengganggu wanita hamil dan janin yang ada di dalamnya serta juga anak-anak usia dibawah 2 tahun, itu sebabnya anak yang baru lahir segera diadzankan agar terhindar dari gangguan jin ini. Konon juga katanya anak yan baru lahir ke dunia sudah diganggu oleh jin. Ada pula yang mengatakan bahwa tangisan anak baru lahir dikarenakan gangguan jin juga. Wallahu` Pakaian Dijilat atau Dikencingi JinTidak hanya karena mencuci dan menjemurnya di malam hari, namun membiarkan jemuran tergantung hingga malam hari juga tidak baik. Konon katanya pakaian yang sudah bersih bisa dijilati atau dikencingi jin yang membuatnya bernajis dipikir secara logis, bisa jadi pakaian bernajis karena ditempeli kotoran hewan, seperti kotoran burung atau hewan lainnya yang kemungkinan bisa naik ke atas jemuran dan Memberikan Pengaruh Buruk pada TubuhMitos mencuci baju di malam hari ini juga dikatakan bisa memberikan pengaruh buruh pada tubuh dan kesehatan. Tentu saja alasan mistisnya masih berkaitan dengan makhluk halus. Namun secara logika, bisa saja ada pengaruh buruknya karena pakaian yang habis dicuci tidak akan kering dijemur semalaman. Sehingga bisa menyebabkan tumbuhnya jamur sehingga bisa menempel pada tubuh saat dipakai. Simak juga mitos melihat kelabang, mitos makan bunga melati dan pertanda ular hitam masuk rumah yang juga memiliki cerita mistis Mencuci di Malam HariNah, berikut ada tips mencuci pakaian di malam hari agar terhindar dari mitos mencuci baju di malam hari yang bisa menyebabkan datangnya gangguan jin ini bagi kamu yang mempercayai mitos di Pagi HarinyaPakaian yang telah dicuci bersih dimalam hari, sebaiknya dikeringkan dulu dengan pengering mesin cuci agar pakaian setengah kering. Hal ini bisa mengurangi bau apek pada pakaian dan silahkan jemur pada pagi yang tidak memiliki mesin pengering, diperas saja hingga kadar airnya minim. Pada saat menjemur pagi hari, sebelum menjemurnya bilas pakaian sekali lagi, tujuannya sama agar pakaian tidak di Dalam RumahTips keduanya adalah dengan menjemurnya di dalam rumah saja. Bisa pada area dapur atau bisa juga buat area khusus untuk jemuran dalam rumah. Setelah pagi harinya baru keluarkan dan jemur dibawah terik matahari. Namun sebaiknya gunakan cara ini hanya saat diperlukan saja. Jemur pakaian dalam ruangan tidak baik untuk kesehatan karena udara jadi 3 mitos mencuci baju di malam hari beserta tipsnya agar terhindar dari gangguan jin sesuai dengan mitosnya. Simak juga mitos lainnya seperti pertanda kupu-kupu hingga di tangan kiri, mitos melihat kucing melahirkan yang bisa membawa keberuntungan, mitos kejatuhan kotoran burung dan mitos kejatuhan kotoran cicak yang bisa jadi pertanda kesialan juga pantangan calon pengantin Jawa. Post Views 1,854 Jakarta Cara menghilangkan bau apek pada baju yang belum kering bisa menggunakan bahan-bahan rumahan. Biasanya baju apek disebabkan karena kesalahan saat pengeringan dan penyimpanan. Misalnya, baju yang belum kering secara sempurna sudah disimpan ke dalam lemari. Hal ini akan menimbulkan jamur dan bau yang kurang sedap. 6 Cara Hilangkan Aroma Baju Tak Sedap saat Musim Hujan 4 Cara Mudah Hilangkan Bau Asap yang Menempel di Kain Cara Mencuci yang Tepat Agar Baju Tidak Apek Tidak hanya itu, musim penghujan seperti sekarang ini juga merupakan salah satu faktor penyebab dari baju apek. Karena cuaca yang sering mendung dan bahkan hujan, pakaian pun tetap lembap dan tidak kering-kering. Hal ini tentunya akan menimbulkan bau apek nantinya. Cara menghilangkan bau apek pada baju yang belum kering bisa kamu terapkan selama musim penghujan ini. Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan cara mencegah baju menjadi apek sebelum menggunakan berbagai bahan dan cara menghilangkan bau apek pada pakaian tersebut. Berikut rangkum dari berbagai sumber, Kamis 16/1/2020 tentang cara menghilangkan bau apek pada baju yang belum Soda Kue dan Masukkan ke Dalam FreezerMasukkan ke Dalam Freezer Doc Ryan dan Lindsey Tronier via eHowMenggunakan Soda Kue Cara menghilangkan bau apek pada baju yang belum kering pertama adalah dengan menggunakan soda kue. Kamu hanya perlu mengikuti beberapa langkah berikut - Bentangkan baju yang berbau apek dengan rapi pada permukaan datar - Taburkan soda kue pada baju yang berbau apek - Diamkan selama satu malam - Setelah didiamkan selama satu malam, kamu bisa menghilangkan bubuk soda kue dan menjemur baju tersebut kamu bisa membersihkan sisa bubuk dengan sikat lembut. Masukkan ke Dalam Freezer Cara yang kedua adalah dengan memasukkannya ke dalam freezer. Cara menghilangkan bau apek pada baju yang belum kering satu ini mungkin sudah menjadi rahasia umum bagi pecinta jeans. Memasukkan baju ke dalam freezer akan membuat bakteri yang membuat pakaian menjadi bau apek akan mati, karena bakteri tidak bisa bertahan pada suhu dingin. Ikuti langkah-langkah mudah berikut - Siapkan kantong plastik kedap udara untuk membungkus baju - Lalu, tinggal diamkan dalam freezer selama satu malam atau sesuai kebutuhanMenggunakan Cuka dan Air PanasMenggunakan Cuka Selain soda kue, kamu juga bisa menggunakan cuka sebagai cara menghilangkan bau apek pada baju yang belum kering. Cara menerapkannya pun cukup mudah, sebagai berikut - Campurkan 2 sendok makan dapat disesuaikan cuka dengan 1 sendok makan deterjen dan air hangat - Rendam baju apek selama 15-30 menit - Kemudian cuci seperti biasa - Bilas pakaian hingga benar-benar bersih - Tambahkan pengharum pakaian agar terhindar dari bau apek - Keringkan secara sempurna Menggunakan Air Panas Air panas juga bisa efektif menghilangkan bau apek pada baju. Tapi pastikan bahan pakaianmu tahan panas agar tidak rusak. Kamu tinggal mengikuti langkah-langkah berikut - Langkah pertama, masukan air panas ke dalam ember atau mesin cuci langsung. - Pilih mode warm water pada mesin cuci dan masukan deterjen cair. - Kucek sampai deterjen larut sempurna. - Ada baiknya baju dibasahi terlebih dahulu sebelum dimasukan ke dalam air panas. - Rendam pakaian selama 30 menit, kemudia cuci seperti biasa. - Gunakan pewangi anti bakteri pada bilasan Perasan Air Lemon dan Bubuk KopiMenggunakan Perasan Air LemonMenggunakan Perasan Air Lemon Cara menghilangkan bau apek pada baju yang belum kering selanjutnya adalah dengan menggunakan perasaan air lemon. Caranya juga cukup mudah, kamu tinggal mengikuti langkah-langkah berikut - Rendam baju apek dalam larutan deterjen dan air perasan lemon, dengan perbandingan 1 gelas air perasan lemon 1 sendok takar deterjen. - Diamkan selama 15-30 menit - Cuci seperti biasa - Bilas hingga bersih, pastikan tidak ada deterjen yang tersisa - Tambahkan pengharum pakaian agar terhindar dari bau apek - Keringkan secara sempurna Menggunakan Bubuk Kopi Bubuk kopi juga bisa digunakan untuk menghilangkan bau apek pada baju. Hal ini karena kopi dikenal dengan kemampuan untuk menyerap bau tidak sedap. Berikut cara menerapkannya - Masukkan bubuk kopi dalam kantong kertas - Letakkan dalam lemari atau dekatkan pada baju yang apek - Diamkan selama semalamCara Mencegah Bau Apek pada BajuPakaian agar tidak apek/pixabayKamu sebenarnya juga bisa mencegah terjadinya bau apek pada baju. Untuk itu kamu harus memperhatikan beberapa hal, seperti berikut - Memastikan pakaian yang dijemur sudah kering secara sempurna sebelum disetrika dan disimpan di lemari, agar bakteri dan jamur juga mati. - Perhatikan proses membilas baju. Baju apek bisa disebabkan oleh proses pembilasan yang kurang baik sehingga deterjennya masih belum terbilas semua. - Jangan pernah menyetrika pakaian yang setengah kering karena hal itu hanya akan menimbulkan bau apek. - Menggunakan pelembut dan pewangi pakaian bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah baju apek. - Simpan pakaian dalam lemari yang diletakkan di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Jika ingin meletakkan lemari di tempat lembab, maka kamu harus mempersiapkan penyerap udara lembab. - Bersihkan lemari secara teratur dan menyeluruh. Bila perlu, gunakan kamper yang memiliki wewangian bunga. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Baju perempuan ada bermacam-macam jenisnya, mulai dari t-shirt, jeans denim, setelan kantor, serta blus bercorak dengan hiasan renda-renda. Belum lagi teksturnya yang beragam seperti satin, sutra, dan rajutan. Oleh karena itu, jangan asal mencucinya karena bisa rusak. Pahami dulu aturan mencuci baju perempuan berdasarkan jenisnya. Pasalnya ada jenis baju yang tidak boleh dicuci terlalu sering karena bisa cepat rusak, melar, bahkan luntur. Nah Ma, penasaran bagaimana cara mencuci baju perempuan sesuai jenisnya? Kali ini telah merangkum tipsnya dari The diperhatikan dengan baik!1. Pakaian dalamPexel/chuanyu2015Bra bisa dipakai hingga 3-4 kali. Diamkan dulu seharian agar bahannya kembali elastis, kemudian baru boleh dicuci. Apabila, cuaca panas dan tubuh berkeringat, sebaiknya cuci saja setiap hari. Keringat bisa mengurangi elastisitas itu, celana dalam bisa dicuci setelah dipakai. Khusus untuk motif renda, sutra, atau satin yang halus. Mama bisa mengumpulkannya terlebih dahulu ke dalam kantong berjaring dan tempatkan di mesin cuci. Semua jenis pakaian dalam, sebaiknya jangan dikeringkan dengan mesin pengering atau dijemur di bawah sinar matahari langsung. Hal ini dikarenakan bisa cepat jenis pakaian ini di dalam ruangan atau di tempat T-shirt dan celana termasuk pakaian yang banyak bersentuhan langsung dengan kulit, oleh karenanya harus dicuci setelah dipakai. Terutama untuk pakaian warna putih, apabila tidak segera dicuci bisa menimbulkan noda kuning di bagian itu, jeans denim yang ketat sebaiknya dicuci setelah 4-5 kali pemakaian, meskipun masih terlihat bersih. Untuk melindungi warna aslinya, cuci bagian dalam jeans agar tidak luntur.​Editors' Picks3. BlusFreepik/lookstudioWalau hanya dipakai sekali untuk acara-acara khusus, blus sebaiknya langsung dicuci. Tentunya Mama tak ingin blus jadi menguning beberapa bulan kemudian. Apalagi noda lama cenderung sulit jika blus pernah dikenakan selama satu jam dan tubuh tidak banyak berkeringat, tentu Mama bisa memakainya sekali lagi sebelum label yang tertera pada pakaian untuk memilih metode cuci dan pengeringan yang blus tetap awet, sebaiknya jangan terlalu banyak menggunakan deodorant karena bisa dapat meniggalkan residu berat pada sekitar pakaian. 4. Pakaian kantorFreepik/senivpetroPakaian kantor seperti setelan blazer dan celana bahan, sebaiknya dicuci serta dikeringkan secara bersamaan. Seiring waktu, warna pakaian akan memudar. Apabila setelan kantor dicuci secara terpisah, salah satunya mungkin akan pudar duluan dan warnanya jadi Mama bekerja di ruangan ber-AC dan tidak berkeringat, pakaian kantor dapat dikenakan 4-5 kali lagi sebelum dicuci. Sebelum dipakai lagi, gantung setelan kantor minimal 24 jam agar serat-seratnya bisa kembali rileks dan tidak bisa dipakai 5-6 kali, kecuali jika ada noda yang terlihat. Sebelum dicuci, pastikan untuk memeriksa area kerah, lengan serta area lupa pakai pewangi dan pelembut pakaian ya, Ma!5. SweaterFreepik/pvproductionsSweater bisa dipakai lebih dari enam kali, jika Mama memakai blus atau T-shirt di dalamnya. Cuci secara manual karena rajutannya bisa cepat rusak dan pastikan dulu area leher, lengan, siku benar-benar bersih. Kalau ada noda, sebaiknya dicuci Pakaian tidurFreepik/cookie_studioTubuh akan berkeringat di malam hari. Oleh karenanya, cuci piyama setelah dipakai sebanyak 2-3 kali. Jangan lupa, sprei juga perlu dicuci minimal seminggu sekali agar tidak menimbun banyak kuman penyakit. 7. Pakaian olahraga FreepikPerlengkapan olahraga, seperti training, baju senam, handuk, sepatu, harus dicuci setelah dipakai. Selain itu tas olahraga juga, jika memungkinkan bersihkan dengan akan banyak berkeringat setelah olahraga, bakteri dan aroma tak sedap akan menempel pada baju serta perlengkapan olahraga untuk pakaian renang, sebaiknya dicuci setiap habis dipakai. Garam, klorin, keringat, dan minyak dari tubuh dapat mengurangi elastisitasnya, bahkan jika Mama tidak masuk ke dalam beberapa ketentuan mencuci baju perempuan sesuai jenisnya. Mulai sekarang, jangan asal mencuci ya, Ma!Baca juga4 Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Mencuci Baju Menggunakan TanganKesalahan yang Kerap Dilakukan saat Mencuci Baju, Apa Saja?Tips Mencuci Baju Bayi yang Benar agar si Kecil Tetap Sehat dan Nyaman Beranda Article Trik Pintar Mencuci di Malam Hari, Bebas Bau Apek Diupload pada 6 February 2019, 0249 AM Smart Laundry Dalam kondisi tertentu, terkadang mencuci pakaian di malah hari kerap jadi solusi yang dipilih oleh ibu rumah tangga yang super sibuk. Tapi hati-hati, ada risiko yang harus diambil dari keputusan ini, salah satunya pakaian yang dicuci lebih lama kering dan rentan bau apek. Terus bagaimana solusinya? Jangan khawatir, mencuci di malam atau siang hari sebenarnya sama saja. Dengan catatan, Smart Mom tahu trik bagaimana cara mencucinya. Berikut merupakan trik pintar mencuci di malam hari Pisahkan pakaian sesuai dengan jenis kain dan tingkat kekotoran atau nodanya. Untuk noda keringat, dan noda makanan, sebaiknya segera dicuci karena bisa jadi sarang bakteri. Gunakan deterjen yang tidak hanya mampu mengangkat noda, tapi juga mampu membunuh bakteri penyebab bau. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko pakaian bau apek. Smart Mom boleh menggunakan pelembut dan pewangi pakaian, atau deterjen yang sudah dilengkapi dengan softener seperti Attack Plus Softener. Proses penjemuran harus dilakukan di ruang dengan sirkulasi baik dan terkena angina. Usahakan selalu mengeringkan dulu di mesin pengering. Jika ingin digunakan saat pagi hari, pastikan Smart Mom menyetrikanya dulu. Selain untuk memaksimalkan pengeringan, cara ini pun dilakukan untuk menghangatkan pakaian. Sebaiknya gunakan deterjen Attack Plus Softener untuk mencuci di malam hari. Keunggulannya, deterjen berteknologi tinggi ini merupakan solusi lengkap, untuk membersihkan dan melindungi pakaian. Karena Attack Plus Softener memiliki deterjensi tinggi yang ampuh mengangkat kotoran dan noda yang menempel di pakaian. Formula Anti Kuman-nya akan membunuh bakteri penyebab bau dan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga pakaian bersih maksimal. Smart Mom juga tidak usah khawatir soal bau apek, walaupun proses pengeringan tanpa matahari, pakaian tidak akan bau apek karena teknologi Anti Bau akan mencegah bau di pakaian dan membuat pakaian tetap segar. Bagaimana Smart Mom, tidak khawatir lagi kan saat harus mencuci di malam hari? Artikel Lainnya Lihat Semua Artikel Bahaya Memakai Baju yang Tidak KeringMusim hujan sudah tiba, dan akhir-akhir ini Smart Mom mungkin dibuat pusing oleh masalah jemuran yang susah kering. Padahal, banyak dari jemuran tersebut adalah baju yang digunakan secara teratur seperti seragam sekolah si kecil maupun baju kerja Smart Mom atau suami. Kalau Smart Mom punya mesin pengering, hal ini barangkali tidak jadi masalah besar. Tapi, bagaimana dengan Smart Mom yang tidak punya mesin pengering? Apakah baju yang masih belum kering tersebut harus dipaksa dipakaikan pada anak, suami, atau Smart Mom sendiri? Aduh, jangan sampai! Soalnya, ternyata ada berbagai masalah kesehatan yang bisa timbul karena mengenakan baju yang belum kering lho Smart Mom! Risiko Memakai Baju yang Belum Kering Memaksakan memakai pakaian yang masih belum kering bukan hanya bisa mengganggu karena bau apek yang tentu tidak sedap untuk dihirup, tapi juga kenyamanan pada tubuh. Belum lagi, banyak bakteri dan kuman yang mengancam untuk menempel pada baju yang tidak kering tersebut. Dan tahukah Smart Mom kalau pakaian yang masih basah tersebut rupanya juga bisa menimbulkan masalah kesehatan? Bahkan, hal tersebut bisa mengakibatkan terjadinya penyakit maupun infeksi yang tidak disadari kehadirannya. Risiko mengenakan baju yang tidak kering terhadap kesehatan sebenarnya sudah dibuktikan secara ilmiah, Smart Mom. Penelitian tersebut dilakukan oleh tim dari Wake Forest University School of Medicine North Carolina, tepatnya mengenai prevalensi masalah kulit serta faktor risiko yang terkait di kalangan pekerja pertanian keturunan Latino. Berdasarkan penelitian, ditemukan adanya lebih dari sepertiga partisipan yang melaporkan masalah pada kulit mereka, termasuk jamur kuku dan kulit, jerawat, benjolan, sengatan matahari, ruam, gatal, kapalan, serta gigitan serangga. Nah, walaupun temuan penelitian tersebut diperoleh berdasarkan survei di kalangan petani di North Carolina, Amerika Serikat, temuan tersebut dapat digeneralisasi bagi semua orang di seluruh dunia, tak peduli apa pekerjaan mereka. Lebih lanjut lagi, beberapa risiko kesehatan yang timbul dengan mengenakan baju yang masih basah – meskipun hanya sedikit basah sekalipun – juga meliputi masalah berikut ini. Infeksi kurap Kurap merupakan infeksi jamur yang menyerang kulit dan kuku. Gejalanya yang paling mudah dikenali adalah munculnya ruam dan rasa gatal pada bagian yang mengalami kemerahan. Kurap sendiri bisa menginfeksi kaki, tangan, kuku kaki, maupun kuku jari tangan. Bahkan, kulit kepala, pangkal paha, pantat, maupun paha bagian dalam bisa terinfeksi. Jamur penyebab kurap dapat tumbuh subur di lingkungan yang lembab, termasuk pada pakaian yang masih basah. Jadi, risiko serangan kurap jelas makin tinggi jika Smart Mom memaksa memakai baju yang belum kering. Memperparah eksim Eksim adalah penyakit kronis yang dapat mengakibatkan kulit menjadi merah dan terasa sangat gatal. Garukan terus-menerus karena eksim bahkan bisa menyebabkan luka, yang berujung pada komplikasi, misalnya infeksi bakteri. Kalau Smart Mom atau anggota keluarga ada yang memiliki kondisi ini, Smart Mom perlu tahu bahwa ada beberapa hal yang bisa memperparah eksim yang diderita. Contohnya kelembaban berlebihan yang bisa disebabkan oleh keringat berlebih, pakaian ketat, dan pastinya baju yang masih basah. Jerawat badan Tahukah Smart Mom kalau jerawat bisa menyerang bukan hanya wajah, tapi juga badan? Bahkan, jerawat di badan paling sering diakibatkan oleh pakaian basah karena kondisinya yang lembab. Belum lagi, kelembaban tersebut bercampur dengan panas sehingga mengakibatkan produksi sebum atau minyak pada kulit yang berlebih. Karena itu, jerawat tubuh pun muncul. Terbakar sinar matahari Pada dasarnya, pakaian berfungsi sebagai pelindung bagi tubuh, baik dari panas maupun dingin. Nah, berbicara soal perlindungan dari panas, beberapa jenis pakaian tertentu bahkan bisa bantu meminimalisir risiko paparan sinar ultraviolet UV dari sinar matahari yang berbahaya. Jika pakaian basah, maka perlindungan dari UV juga jadi lebih sedikit karena beberapa sifat perlindungannya yang menghilang. Risiko infeksi jamur Selain jamur kurap, ada berbagai jenis jamur lainnya yang mengancam tubuh Smart Mom dengan memaksa memakai baju basah, seperti jamur Candida albicans. Infeksi karena jenis jamur yang satu ini umum terjadi pada bagian tubuh yang kondisi kulitnya memang secara alami lembab, seperti kemaluan pria maupun wanita, dan bagian mulut. Jika disepelekan dan tidak ditangani dengan baik, infeksi jamur pada kemaluan bisa mengakibatkan komplikasi yang memerlukan perawatan dalam jangka panjang. Jadi, agar Smart Mom dan keluarga nyaman beraktivitas walaupun di musim hujan, pastikan kondisi pakaian selalu kering total sebelum dikenakan, ya! Di samping itu, cegah bau tak sedap yang umum dialami selama musim hujan dengan mencucinya menggunakan detejen Attack Anti Bau yang dipadukan dengan pewangi sekaligus pelembut Attack Fresh Up. Paduan keduanya tidak hanya akan membuat pakaian bebas bau, tapi juga terlindung dari pertumbuhan kuman penyebab bau dan memberikan wangi segar yang tahan 48 jam. Diupload pada 6 January 2020 Smart Laundry Hindari 5 Kesalahan Saat Menjemur Pakaian Ini!Berkat kehadiran teknologi bernama mesin cuci, mencuci pakaian di zaman sekarang sudah bukan lagi pekerjaan yang sulit kan, Smart Mom? Cukup masukkan pakaian dan deterjen ke dalam mesin, cucian pun beres dan tinggal dijemur. Apalagi, pengaturan mesin cuci saat ini makin beragam dan bisa sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan. Menjemur sendiri juga merupakan pekerjaan mudah, bahkan sejak zaman dulu. Lagipula, apa sih yang sulit dari menggantung pakaian di tempat terbuka yang mendapatkan sinar matahari dalam jumlah cukup? Eits, ternyata realitanya tidak semudah itu lho Smart Mom! Sebab, rupanya masih ada banyak orang yang melakukan kesalahan ketika menjemur pakaian. Parahnya lagi, berbagai kesalahan tersebut bisa mengakibatkan pakaian jadi melar atau warna memudar. Pastinya Smart Mom tidak ingin hal tersebut terjadi pada pakaian Smart Mom, kan? Hmm, apa saja ya kesalahan saat menjemur pakaian yang wajib Smart Mom waspadai dan hindari? Daripada terus-terusan bertanya-tanya, yuk simak daftarnya berikut ini! Membalik Pakaian saat Menjemur Banyak orang – dan Smart Mom barangkali adalah salah satunya – yang membalik pakaian sebelum mencuci, sehingga menjemur pakaian masih dalam kondisi terbalik juga. Cara ini memang bisa membantu melindungi warna pakaian dengan mencegah pemudarannya. Hanya saja, tips ini berlaku hanya untuk pakaian biasa, lho! Kalau Smart Mom akan menjemur pakaian dalam, justru Smart Mom harus menjemurnya bukan dalam kondisi terbalik. Sebab, menjemur baju dalam secara terbalik justru akan membuat kuman dan debu mudah menempel pada sisi kain yang bersentuhan dengan kulit, sehingga meningkatkan risiko infeksi atau penyakit kulit, terutama pada kulit sensitif. Tidak Membalik Pakaian Nah, tadi Smart Mom sudah tahu kan kalau menjemur pakaian dalam justru tidak boleh dilakukan dalam keadaan terbalik. Untuk pakaian biasa, justru Smart Mom wajib menjemurnya secara terbaik, alias bagian dalam ada di sisi luar, dan bagian luar ada di sisi dalam. Dan seperti yang sudah dijelaskan, tujuannya adalah untuk melindungi warna agar tidak cepat pudar. Cara yang sama juga berlaku untuk melindungi sablon yang ada pada pakaian, terutama jika pakaian dijemur saat matahari sedang terik-teriknya. Tidak Langsung Menjemur Pakaian Setelah Mencuci Apakah Smart Mom termasuk yang suka menunda-nunda menjemur baju setelah selesai mencuci menggunakan mesin cuci? Waduh, Smart Mom harus segera hentikan kebiasaan ini kalau Smart Mom ingin menjaga kondisi pakaian. Pasalnya, putaran mesin yang sangat cepat ketika mengeringkan pakaian bisa mengakibatkan baju jadi kusut dan bau apek kalau masih dibiarkan di dalam mesin, alias tidak segera dikeluarkan untuk dijemur. Mengabaikan Panasnya Matahari Memang benar bahwa sinar matahari dibutuhkan saat menjemur pakaian. Hanya saja, Smart Mom juga harus memerhatikan panasnya matahari pada hari ketika Smart Mom akan menjemur baju. Sebab, sinar matahari yang terlalu panas bisa mengakibatkan beberapa jenis kain tertentu jadi mengeras. Di samping itu, warna pakaian juga jadi lebih mudah pudar dan sablon pada baju juga lebih berisiko mengelupas. Karena itu, sebaiknya Smart Mom pilih tempat menjemur yang teduh, misalnya di bawah naungan pohon atau di bawah atap asbes bening. Menggunakan Gantungan untuk Menjemur Baju Berbahan Melar Pakaian dengan bahan yang mudah melar seperti sweater biasanya memang butuh waktu lebih lama untuk dijemur. Karena itu, banyak orang yang menjemurnya seolah seperti menjemur pakaian biasa, misalnya dengan cara menggantungnya pada gantungan baju atau menggunakan jepit jemuran untuk menjepitnya pada tali. Padahal, karena sifat bahan baju yang mudah melar, cara seperti itu justru akan membuat baju lebih cepat molor, terutama pada bagian baju jika dijepit, dan bagian bawah jika menggunakan gantungan. Terus, apa cara teraman untuk menjemur baju dengan bahan melar, ya? Mudah kok, Smart Mom. Cukup masukkan baju dalam kondisi terlipat ke dalam jaring laundry, kemudian gantungkan jaring laundry tersebut. Air pun akan menetes keluar lewat jaring, dan serat baju tetap terjaga. Wah, ternyata kesalahan saat menjemur pakaian sesepele itu, ya? Nah, kalau Smart Mom ingin selalu menjaga kondisi pakaian, mulai ubah kebiasaan menjemur dan hindari kesalahan-kesalahan di atas, ya! Selain itu, selalu gunakan deterjen Attack Anti Bau dan pewangi sekaligus pelembut Attack Fresh Up yang akan merawat serat-serat pakaian dan melindungi pakaian dari bau serta memberikan kesegaran yang tahan lama Diupload pada 6 January 2020 Smart Laundry Hati-Hati, Ternyata Beberapa Jenis Hijab Ini Tidak Perlu DisetrikaUntuk Smart Mom yang berhijab, biasanya hijab dengan bahan yang adem dan lentur jadi pilihan favorit Smart Mom. Sebab, hijab yang terbuat dari bahan tersebut memberikan kenyamanan maksimal saat dikenakan untuk aktivitas seharian penuh, serta kemudahan dalam mengatur hijab agar selalu terlihat rapi ketika dikenakan. Hanya saja, tak peduli secantik apa warna maupun motif pada hijab, tentunya jadi percuma kalau Smart Mom tidak bisa merawatnya dengan baik, dong. Perawatan hijab sendiri termasuk cara mencucinya, cara penyimpanan, maupun apakah kain hijab yang digunakan bisa disetrika atau tidak. Soalnya, ada beberapa jenis kain hijab yang justru akan rusak kalau Smart Mom menyetrikanya, lho! Wolpeach Wolfis Jenis kain yang satu ini bukan hanya digunakan untuk hijab, tapi juga untuk fashion item lainnya. Misalnya gamis, blus, dan kemeja. Kain ini pada dasarnya adalah perpaduan kain sutra dan katun dengan tambahan serat sintetis. Sifat kain ini “jatuh”, mirip seperti ceruti atau chiffon, namun wolfis lebih tebal sehingga tidak menerawang. Meskipun ada kandungan serat katunnya, kain wolfis juga punya serat sutra yang membuatnya jadi cukup tricky kalau Smart Mom ingin menyetrikanya. Idealnya, kain sutra hanya boleh disetrika dengan pengaturan suhu paling rendah kalau memang dibutuhkan. Jika disimpan dengan benar dengan cara digantung, malah kain sutra tidak perlu disetrika sama sekali. Kalau begitu, bagaimana jika jilbab berkerut? Smart Mom bisa atasi tanpa setrika, kok. Cukup gantung hijab wolfis di dalam kamar mandi ketika Smart Mom mandi apalagi mandi dengan shower. Soalnya, kelembaban di dalam kamar mandi dikenal bisa bantu singkirkan kerutan pada mayoritas kain yang mengandung serat sutra. Katun Shimmer Seperti yang ditunjukkan oleh namanya, kain yang satu ini merupakan salah satu varian dari kain katun. Hanya saja, kain ini punya permukaan yang agak berkilau alias shimmering, jadi dinamakan katun shimmer. Lembutnya bahan katun ini membuatnya anti kusut, terutama dengan cara penyimpanan yang tepat dan hindari melipatnya. Karena itu, hijab dari kain katun shimmer ini tidak perlu Smart Mom setrika lagi. Mudah, ya? Bubble Crepe Sekilas, kain bubble crepe mirip dengan kain diamond italiano. Hanya saja, bahan bubble crepe punya tekstur yang terlihat lebih kasar dibandingkan diamond italiano. Meski begitu, jangan sampai penampilannya menipu Smart Mom, ya! Soalnya, kain bubble wrap terasa halus ketika dipegang, kok! Di samping itu, jenis kain hijab yang satu ini juga tidak gampang kusut dan sangat lentur dengan sifatnya yang mudah “jatuh” seperti kain wolfis. Karena itu, kain bubble crepe sering jadi pilihan untuk pashmina. Maxmara Bahan maxmara ini sekilas mirip dengan satin, namun teksturnya terasa lebih lembut. Kalau Smart Mom paling suka mengenakan printed scarf alias hijab dengan beragam motif yang di-print, biasanya kain maxmara ini jadi bahan yang dipilih. Permukaan kain maxmara nampak berkilau sehingga mampu memberikan kesan glamor. Dengan beragam corak warna yang bisa dibilang tak ada batasnya, terutama untuk hijab print, tentu Smart Mom bisa bebas pilih sesuai selera, dong! Apalagi, jenis kain ini tidak perlu disetrika. Voal Hijab voal bisa dibilang merupakan pilihan hijab paling populer dan kekinian saat ini. Sebenarnya, voal merupakan salah satu jenis katun, namun serat-seratnya cukup longgar dan lebih tipis, sehingga sangat nyaman dikenakan di siang hari sekalipun. Di samping itu, hijab voal juga tidak menerawang. Jenis kain yang satu ini juga sangat dikenal sebagai pilihan yang mudah diatur serta tidak mudah kusut, Jadi, Smart Mom jelas tidak perlu pusing-pusing memikirkan bagaimana cara menyetrikanya, kan/ Soalnya, hijab voal sama sekali tidak perlu diseterika, lho! Kain bahan hijab terkenal akan warna-warninya yang cantik serta karakteristiknya yang lembut. Karena itu, Smart Mom perlu memilih deterjen yang bisa menjaga warnanya tetap cerah, membersihkan noda dan kotoran, serta menjaga kualitas serat kain agar tidak rusak. Belum lagi, pilih juga deterjen yang bisa bantu hilangkan bau keringat setelah hijab dikenakan seharian, dan tidak menimbulkan bau tak sedap setelah dicuci maupun dijemur. Untuk itulah Smart Mom perlu memilih Attack Batik Care sebagai deterjen untuk membersihkan dan merawat hijab-hijab cantik kesayangan Smart Mom. Eits, jangan bingung dulu karena Attack Batik Care diformulasikan secara khusus untuk kain halus dan lembut, termasuk sutra, satin, katun, dan berbagai jenis kain hijab favorit Smart Mom, lho! Diupload pada 6 January 2020 Smart Laundry Tidak jarang karena pekerjaan yang sangat sibuk, banyak orang yang tidak memiliki waktu untuk melakukan tugas rumah, salah satunya adalah mencuci baju. Pasti banyak di antara Anda yang terpaksa mencuci baju di malam hari karena di siang harinya Anda harus bekerja. jika sudah begini baju akan berbau apek. Sebenarnya ada trik agar baju tidak berbau apek meski anda mencucinya di malam hari, dan Anda bisa melihat tips mencuci di malam hari berikut ini Pastikan Baju yang Dicuci Benar-Benar Bersih Agar baju Anda tidak berbau apek meski Anda mencucinya di malam hari, Anda harus memastikan bahwa baju yang Anda cuci benar-benar bersih. Karena jika Anda masih menyisakan kuman di baju Anda, maka kuman tersebutlah yang akan membuat baju menjadi apek. Jika Anda mencucinya hingga bakteri penyebab bau apek hilang, maka baju Anda akan tetap segar dan wangi. Pisahkan Baju yang Menyerap Keringat Dengan Yang Tidak Pisahkan baju yang mudah menyerap keringat dengan yang tidak, jika anda mencucinya dengan cara dikelompokan antara baju yang sangat kotor dan tidak, maka Anda bisa mencucinya dengan maksimal. Sehingga kotoran yang menempel akan hilang dengan maksimal. Dan bau apek pun akah pergi. Bilas Baju Hingga Sisa Sabun Hilang Jangan lupa untuk membilas sisa sabun yang ada di pakaian Anda hingga bersih, karena jika tidak benar-benar bersih, maka sisa sabun tersebut bisa menjadi penyebab bau apek di pakaian Anda. Peras baju Anda dengan baik dan kesat. Rendam Baju dengan Pewangi Baju Jika baju yang Anda cuci sudah cuci dengan baik dan kesat, maka Anda bisa merendamnya dengan pewangi dan rendam di air yang sudah diberi pewangi tersebut sekitar 5-10 menit. Jangan sampai melebihi waktu tersebut, jika sudah maka Anda bisa memerasnya dengan lembut dan jemur. Angin-Anginkan Baju Jika Anda sudah selesai, jangan menunggu besok untuk menjemurnya. Jemur langsung pakaian Anda di tempat yang terbuka, namun atasnya tertutup. Sehingga jika ada hujan turun, baju Anda tidak kehujanan. Dan usahakan pakaian yang anda jemur tadi terkena angin, sehingga bisa cepat kering dan wanginya masih terasa. Demikian informasi tentang tips mencuci di malam hari yang dapat kami informasikan kepada Anda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin mencuci di malam hari. Terima kasih ! ☺

cara mencuci baju di malam hari